Navigate Up
Sign In

Lembah Roufaer Dimekarkan Jadi Kabupaten

Lembah Roufaer Dimekarkan Jadi Kabupaten .png
Foto : bd/bintangpapua.com
 
PAPUA - 16 kabupaten/kota di Papua yang telah memenuhi persyaratan administrasi dan siap diusulkan ke Pemerintah Pusat dimekarkan  salah satunya adalah Lembah Roufaer yang merupakan gabungan beberapa distrik dari 4 kabupaten masing-masing Waropen, Mamberamo Raya, Puncak Jaya dan Puncak Ilaga siap perjuangkan untuk dimekarkan menjadi satu daerah otonom baru termasuk Ghondumi Sisare.
 
 
Hal ini disampaikan Sekretaris Komisi A DPRP Papua di distrik Fawi Kabupaten Puncak Jaya saat meninjau langsung kesiapan calon DOB Lembah Roufaer. Kunjungan yang dilakukan tersebut  turut didampingi  Anggota DPRD Noak Nawipa, Ketua MRP Mathius Murib, Ketua DPRD Kabupaten Waropen Penehas Hugo Tebay, Ketua Pansus Lembah Roufaer Apinus Wonda, S.Sos senin 1/10 kemarin. Kedatangan rombongan disambut masyarakat Distrik Fawi dengan tangisan air mata saat pesawat twin oter mendarat dibandara. Setelah meninjau ibu kota Distrik Fawi, rombongan berkesempatan melakukan dialog dengan masyarakat Fawi.
 
 
Sekretaris Komisi A DPRP Papua Yulius Magoni mengatakan kunjungan DPRP bersama MRP ke Daerah Otonom Baru Lembah Roufaer tersebut merupakan 1 paket dari kunjungan Pimpinan DPRP Jumat lalu ke Ghondumi Sasare  karena di Kabupaten Waropen 2 calon kabupaten pemekaran yang diusulkan untuk menjadi DOB. Pasalnya jangkauan pelayanan pemerintah berdasarkan peninjauan langsung anggota DPRP dan Ketua MRP, Kata Mgoni bahwa sangat sulit dijangkau sehingga satu –satunya solusi untuk memperpendek rentan kendali pemerintah maka wajib dimekarkan menjadi satu daerah otonom baru,’’ ada 3 tiga syarat yang menentukan 1 daerah otonom baru itu dimekarkan, pertama jangkauan pelayanan pemerintah, SDM dan jumlah penduduk. Setelah kami melihat langsung, maka Lembah Roufaer layak dimekarkan,’’ jelas Yulius Magoni disela-sela melakukan pertemuan dengn masyarakat di distrik Fawi.
 
 
Menurut Magani bahwa setelah DPRP dan MRP, serta DPRD Waropen melakukan peninjauan langsung melalui udara senin kemarin, transportasi merupakan kendala utama sehingga pelayanan pemerintahan kepada masyarakat belum tersentuh dengan baik,’’ kami minta masyarakat tetap berdoa, semoga aspirasi ini bisa terjawab agar pelayanan pemerintahan bisa menyentuh masyarakat sesuai UU Otsus,’’ jelas Magoni.
 
 
Dikatakan Magoni bahwa masyarakat lembah Roufaer tidak perlu merasa pesimis karena tidak dikunjungi Pimpinan DPRP, namun kedatangan dirinya ke Distrik Fawi bersama pimpinan MRP, maka wajib dimekarkaan,’’ lembah roufaer merupakan daerah yang dilangkahi dari nabire kepegunungan, pegunungan ke Jayapura, dan secara kacamata pesawat melalui daerah ini tapi tidak orang. Tapi dengan kunjungan kami bisa lihat jelas. Di Rufaer ini merupakan satu komunitas suku yang layak menikmati pembangunan juga dan apapun kekurangan yang terjadi harus dimekarkan,’’ terang Magoni.
 
 
Senada juga disampaikan Ketua MRP Mathius Murib disela-sela pertemuan dengan masyarakat Fawi didistrik Fawi mengatakan jika dilihat dari kondisi yang ada, maka selayaknya Lembah Roufaer dimekarkan menjadi suatu daerah otonom baru,” saya minta masyarakat tetap berdoa, dan anak-anak tetap sekolah. Karna kabupaten ini jadi kamu yang akan nikmati,’’ jelas Murib.
 
 
Ia berharap hendaknya pemerintah pusat dengan Moratorium yang diberlakukan, tidak berlaku di Papua karna, karena mengingat kondisi akses transportasi yang ada sulit dijangkau sehingga usulan pemekaran sejumlah daerah diPapua dapat di respon,’’ moratorium boleh saja diberlakukan Presiden, tetapi dengan kondisi di Papua seperti ini saya piker pemerintah pusat harus pertimbangkan juga,” tandasnya.
 
 
Sementara itu Ketua DPRD Kabupaten Waropen Penehas Hugo Tebay mengatakan Pemda Waropen sebagai kabupaten induk sangat merespon positif upaya pembentukan DOB Lmbah Roufaer. Hal ini dibuktikan Pemda Waropen dalam hal ini Bupati Waropen Dr.Drs Yesaya Buiney, MM yang telah memberikan  rekomendasi pembentukan DOB lembah roufaer,’’ Pemda Waropen sangat merespon upaya pemekaran DOB Lembah Roufaer, kita berharap ada rekomendasi dari 3 kabupaten yang disitriknya bergabung dalam lembah roufaer. Agar administrasi yang masih kami anggap kurang dapat dilengkapi untuk selanjutnya kami bawa ke DPRP Provinsi untuk ditindaklanjuti,’’ Pungkas Hugo Tebay.
 
 
Sekedar diketahui bahwa DOB Lembah Roufaer terdiri 2 distrik diWaropen masing-masing distrik Kirihi dan Walay, di Mamberamo Raya terdapat Distrik Mamberamo Tengah timur, Roufaer, sedangkan kabupaten Puncak ilaga Distrik Dofo, dan Fawi.
 
 
beritadaerah.com
2/10/2012
NEL