Navigate Up
Sign In

Pembangunan Pertanian di Papua Perlu Terus Dipacu

Pembangunan Pertanian di Papua Perlu Terus Dipacu .png
Foto: bd/ant
 
Pembangunan pertanian perlu terus dipacu terutama dalam rangka peningkatan produksi, produktifitas, nilai tambah, untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Hal demikian dikatakan Kepala dinas Pertanian dan Perkebunan kabupaten Nabire, Ir. JS. Maniai, Jum’at (7/9) dalam laporannya di acara Panen Raya Padi Non Hibrida di lahan pertanian Jalan Rajawai Jalur 2 SP1 Kampung Bumi Raya distrik Nabire.
 
Disampaikan Maniai, pola pendekatan yang digunakan dalam pembangunan pertanian saat ini antara lain diarahkan pula untuk mengatasi masalah tenaga kerja di pedesaan. Untuk itu peran serta petani sebagai pelaksaana kegiatan pertanian  di lapangan perlu didukung lebih maksimal dari Berbagai aspek sehingga diharapkan petani sebagai pelaku utama sepenuhnya mampu memanfaatkan potensi sumberdaya yang ada dialokasi mereka lebih baik.
 
Namun demikian dikatakannya, tantangan yang dihadapi dalam pengembangan pertanian saat ini dan dimasa mendatang adalah bagaimana mencukupi kebutuhan bahan pangan yang aman, baik dalam jumlah kualitas maupun keragamannya bagi penduduk Indonesia yang terus meningkat jumlahnya maupun kerbutuhannya.
 
Salah satu cara yang harus dilakukan adalah dengan perbaikan dan pembangunan prasarana dan sarana pertanian sehingga produksi dan produktivitas yang diharapkan dapat meningkat dimana hal ini perlu didukung dengan biayai dari pemerintah, swasta maupun swadaya masyarakat petani itu sendiri.
 
Ungkap Kepala Dinas, upaya peningkatan produksi pertanian tersebut harus pula dilaksanakan dalam system yang efesien sehingga mampu menghasilkan produk dalam jumlah yang mencukupi berkelanjutan, berkualitas dan memiliki  daya saing tinggi.
 
Dalam upaya mengurangi beberapa tantangan dan kendala dimaksud diatas,  Dinas pertanian dan Perkebunan Kabupaten Nabire melaksanakan beberapa  kegiatan yang sedang dilaksanakan pada tahun anggaran 2012, diantaranya:
 
Sumber dana APBN

Pertama, Program peningkatan ketahanan pangan, sumber dananya dari Dirjen Tanaman Pangan Kementrian Pertanian RI.

Kedua, bantuan langsung benih unggul padi melalui kegiatan sekolah lapangan pengelolaan tanaman terpadu (SL-PTT) padi seluas 500 ha tersebar masing-masing, 300 ha di kampung bumi raya, 150 ha di kampung Kali Semen Distrik Nabire Barat dan 50 ha di kampung Bumi Mulia distrik  Wanggar.
 
Ketiga, bantuan langsung benih unggul ubi jalar seluas 100 ha tersebar masing-masing: 10 ha di kampung Bomopai distrik yard, 20 ha di kampung Wiraska, 20  di kampung Bumi Mulia distrik Wanggar, 5 ha , di kampung Kali Semen, 6 ha di kampung Bumi Raya distrik Nabire Barat, 5 ha di kampung Kali Harapan 14 ha,  di kampung Sanoba distrik  Nabire dan 20 ha, di kampung Lani  distrik Teluk Kimi.
 
Keempat, bantuan langsung benih unggul kedelai seluas 300 ha tersebar masing-masing: 120 ha di kampung Lagari Jaya 80 ha, di kampung Biha  Distrik Makimi  50 ha, dikampung Wiraska distrik Wanggar  dan 50 ha   di kampung Topo 1 dan 2 Distrik Uwapa.
 

Sumber dana Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian RI
 
Pertama, peningkatan dan rehabilitasi jaringan tingkat usaha tani seluas 1.100 ha masing-masing: 500 ha di kampung Bumi Raya , 254 ha di kampung Kali Semen Distrik Nabire Barat, 391,5 ha di kampung biha dan 113 ha di kampung Lagari Jaya  Distrik Makimi.
 
Kedua, optimasi lahan tanaman pangan (padi sawah) seluas 700 ha tersebar masing-masing: 281 ha di kampung Bumi Raya, 130 ha di kampung Kali Semen distrik Nabire Barat, 29 ha di kampung Bumi Mulia distrik Wanggar, 130 ha di kampung Biha dan 130 ha di kampung Lagari Jaya distrik Makimi.
 
Ketiga, perluasan areal sawah seluas 500 ha tersebar maing-masing.- 51,5 ha di kampung Bumi Raya 96,5 ha di kampung Kali Semen distrik Nabire Barat, 172,5 di kampung Karadiri, 20 ha di kampung Bumi Mulia distrik Wanggar, dan 159 ha di kampung  Lagari Jaya distrik Makimi.
 
Keempat, perluasan areal perkebunan (kakao) seluas 300 ha tersebar di: kampung Yaro dan Jaya Mukti distrik Yaro. Kelima, perluasan areal hortikultura seluas 30 di kampung Wanggar Makmur distrik Wanggar.
 

Sumber dana Dirjen Hortikultura Kementrian Pertanian RI.

Dana ini ditujukan khusus untuk program pengembangan produksi tanaman hortikultura.

Pertama, Pengembangan tanaman pepaya seluas 15 ha tersebar di kampung Wiraska dan Wanggar Makmur distrik Wanggar dan kampung Wadio distrik Nabire Barat. Pengembangan tanaman sukun seluas 15 ha tersebar di kampung Moor distrik Napan.

Kedua, Pengembangan tanaman sayuran dataran rendah seluas 10 ha tersebar di kampung Kali Semen dan kampung Wadio distrik Nabire Barat. Pengembangan tanaman jeruk seluas 17 ha tersebar di kampung Karadiri distrik Wanggar.

Sumber dana Dirjen Perkebunan Kementrian Pertanian RI.
 
Perluasan areal kakao seluas 200 ha di kampung Wiraska distrik Wanggar, perluasan areal kelapa seluas 300 ha tersebar di kampung Orbak distrik Makimi seluas 25 ha dan distrik Napan seluas 275 ha.
 

Program maupun kegiatan sumber dana APBN adalah merupakan dana tugas dan pembantuan yang mekanisme penyalurannya adalah melalui dana Bansos (bantuan sosial) yang artinya dana tersebut ditransfer langsung ke masing-masing rekening kelompok penerima dana bantuan sosial, sedangkan dinas teknis hanya nelakukan pembinaan, pengawasan dan monitoring, sehingga dalam melaksanakan.Sementara tugas pembinaan, pengawasan dan monitoring kegiatan diharapkan adanya dana shering atau dana senergis yang sumber dananya bersumber    dana APBD  kabupaten.
 
Untuk itu, Kepala Dinas pertanian dan Perkebunan kabupaten Nabire JS.Maniai meminta Bupati Nabire untuk menyisihkan sebagian anggaranya  gunamendukung kegiatan dimaksud.
 
Jelas Maniai,  Pemerintah kabupaten  Nabire melalui Dinas pertanian dan Perkebunan telah memiliki satu sub balai benih padi dikampung Bumi Raya yang telah berjalan kurang lebih 3 tahun yang diharapkan kemudian hari akan menjadi sumber penyedia benih unggul produksi tinggi, baik kabupaten Nabire khususnya maupun Propinsi Papua umumnya.
 
“Kami mohon kiranya mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik Pemda Nabire maupun dinas pertanian dan ketahanan pangan Propinsi Papua,” ujarnya.
 
Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas melaporkan bahwa pada tanggal 11 September nanti akan hadir di Nabire Prof.Dr.Novarianto Hengky dari Balitka Manado, juga salah satu petugas dari Balai Besar Benih Pertanian Surabaya dan Kepala Dinas Perkebunan Peternakan Provinsi Papua ke Nabire dalam rangka pembangunan kebun induk kelapa unggul produksi tinggi untuk menjadi sumber benih demi memenuhi kebutuhan bibit kelapa di Papua dan Indonesia Timor.
 
Untuk itu dirinya sangat mengharapkan dukungan dari berbagai pihak terutama dari Pemerintah Kabupaten Nabire. Lebih lanjut dikatakan Maniani, kabupaten Nabire merupakan daerah sentra padi di propinsi Papua bersama kabupaten Merauke. Hal ini disebabkan karena luas potensi lahan yang tersedia 9.600 ha dan didukung dengan adanya 2 irigasi teknis masing-masing di Kali Bumi dan Lagari.
 
Terangnya, padi adalah salah satu komoditas unggulan kabupaten nabire untuk itu perluasan areal, optimasi lahan dalam rangka peningkatan produksi dan produktivitas harus dilakukan dengan serius agar supaya kecukupan pangan khususnya beras di kabupaten nabire dapat tercapai.
 
Beberapa upaya peningkatan produksi padi yang kita laksanakan sekarang ini di kabupaten Nabire antara lain dengan kegiatan perluasan areal sawah, optimasi lahan tanaman pangan, perbaikan jaringan irigasi. Suatu hal yang tidak kalah penting adalah penerapan teknologi bercocok tanan padi, melalui penerapan sekolah lapangan pengelolaan tanaman terpadu (Sl-PTT) yang telah dimulai pada tahun 2008 dan telah berhasil menjadi salah satu pemicu dalam peningkatan produksi padi di kabupaten Nabire khususnya dan provinsi Papua pada umumnya.
 
Dinyatakanya, untuk menunjang peningkatan produksi padi secara berkelanjutan maka sl-ptt diharapkan menjadi ajang bali petani dalam mengaplikasikan berbagai teknologi usaha tani melalui penggunaan input yang efisien menurut spesifik lokasi.

Dalam SL-PTT, petani dapat belajar langsung dilapangan melalui pembelajaran langsung (mengalami), mengungkapkan, menganalisa, menyimpulkan dan menerapkan (melakukan kembali), memecahkan masalah‑masalah terutama dalam hal teknik budidaya dengan mengkaji secara bersama-sama.
 
Menurut Maniai, melalui penerapan SL-PTT Padi, petani akan mampu mengelola sumberdaya yang tersedia (varietas, tanah, air, dan sarana produksi) secara terpadu dalam melakukan budidaya dilahan usahataninya berdasarkan kondisi spesifik lokasi, sehingga petani menjadi lebih trampil serta mampu mengembangkan usahataninya dalam rangka peningkatan produksi dan produktivitas padi di kabupaten Nabire.
 
 
beritadaerah.com
10/9/2012
NEL