Navigate Up
Sign In

1.500 ekor Labi-Labi Moncong Babi Dilepas ke Habitatnya

Labi-Labi Moncong Babi Dilepas ke Habitatnya.jpg

PAPUA
- Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua dengan menggandeng pihak PT Freeport Indonesia (PTFI) melakukan pelepasliaran 1.500 ekor Labi-labi Moncong Babi.
 
 
Labi-labi Moncong Babi yang memiliki nama ilmiah Carettochelys Insculpta sejenis kura-kura ini termasuk dalam kategori satwa endemik Papua yang terancam punah. Dimana nantinya PTFI akan memfasilitasi pelepasliaran satwa endemik Papua tersebut di kawasan Taman Nasional Lorentz.
 
 
Presiden Direktur PTFI Rozik B. Soetjipto mengatakan bahwa kebijakan lingkungan PTFI melingkupi komitmen untuk berkontribusi dalam konservasi keanekaragaman hayati Papua.
 
 
“Sebagai kontraktor Pemerintah di bidang pertambangan, kami sangat menyadari pentingnya kekayaan keanekaragaman hayati di tempat kami beroperasi,” tandasnya kepada wartawan ketika ditemui di VIP ROOM Bandara Sentani usai acara pelepasliaran satwa langka endemik Papua berupa 1500 ekor Labi-labi Moncong Babi secara simbolis dari Menteri Lingkungan Hidup kepada BBKSDA lalu diserahkan ke PTFI.
 
 
Dijelaskannya, pihaknya mengucapkan banyak terimakasih dan penghargaan yang tinggi kepada BBKSDA Papua yang untuk kesekian kalinya mempercayakan PTFI untuk memfasilitasi pelepasliaran satwa langka endemik Papua. “Kami juga menghaturkan banyak terima kasih atas kehadiran Menteri Lingkungan Hidup Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA yang mewakili Pemerintah Indonesia dalam pelaksanaan pelepasliaran satwa langka endemik Papua ini,” tukasnya.
 
 
Menurutnya, sejak tahun 2006, PTFI telah memfasilitasi upaya pelepasliaran lebih dari 25.000 ekor Labi-labi Moncong Babi, dimana 23.000 diantaranya merupakan hasil kerja sama dengan pihak BBKSDA Papua dengan target pengembalian habitat asal di wilayah Selatan Papua.
 
 
“Disamping itu, PTFI juga telah membantu upaya pelepasliaran puluhan satwa langka endemik Papua dari berbagai jenis seperti Kangguru Tanah, Burung Nuri dan Kakatua,” tandasnya.
 
 
Disebutkannya, lebih dari 7000 koleksi spesies tumbuhan dan hewan yang berasal dari wilayah sekitar area operasi telah didokumentasikan melalui berbagai temuan dan upaya pengamatan berkelanjutan yang dilakukan oleh tenaga terlatih yang bekerja untuk Departemen Lingkungan Hidup PTFI.
 
 
Senada dengan PTFI, Kepala Seksi Perlindungan, Pengawetan dan Perpetaan BBKSDA Papua Dahlan, SP.M.Si, Labi-labi Moncong Babi merupakan satwa  endemik Papua yang habitat aslinya berada di Papua bagian selatan khususnya di Kabupaten Asmat, Mappi, Boven Digul dan Timika.
 
 
“Labi-labi Moncong Babi merupakan satwa liar yang dilindungi oleh pemerintah berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa dan termasuk ke dalam appendix I,” ungkap Dahlan.
 
 
Ditambahkannya, Labi-labi Moncong Babi ini memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi sehingga sering terjadi penyelundupan. Dimana pada tanggal 6 Maret 2012, BBKSDA telah melakukan penggagalan upaya penyelundupan Labi-labi Moncong Babi  di Bandara Sentani sebanyak 1882 ekor dalam keadaan hidup sesuai Laporan Kejadian Nomor: LK.03/IV-15/POLHUT/2012 tanggal 6 Maret 2012.
 
 
Beritadaerah.com
18/5/2012
NEL