Navigate Up
Sign In

Tips Membeli CPU atau Komputer Bekas

Tanya :

Bapa, atau saya panggil Mastok saja ka? Saya mo tanya sedikit sa. Ada teman tawarkan komputer punya dia ka saya. Komputernya baru dorang beli tapi jualnya pun tra mahal. Pertanyaan saya, apa saya beli saja komputer dorang punya atau saya beli baru sa? Atau mungkin Mastok bisa kasih saya pertimbangan apa saja yang perlu saya ketahui sebelum melakukan pembelian komputer. Terima kasih. (Opik Kayame - Oxibil)

 

Jawab :

Terima kasih Sdr. Opik Kayame atas pertanyaannya. Pertanyaan seperti ini memang acapkali timbul dan tidak jarang membuat kita pusing. Saya coba berikan panduan umum manakala akan membeli komputer lama atau baru.

Bagi anda yang ingin membeli CPU atau komputer desktop bekas tentu saja tidak bisa asal beli. jangan karena murah lalu anda tidak teliti. Di sini anda perlu teliti dan jeli sebelum benar-benar membeli CPU atau Komputer second alias bekas.  Sebagai acuannya anda bisa mengikuti beberapa tips dari saya sebagai berikut:

-   Prosesor
 
Anda perlu cek jenis prosesor yang dipakai. Karena beda jenis prosesor beda pula kecepatannya. Pertimbangkan pula apakah kecepatannya cukup dengan pekerjaan yang akan anda kerjakan. Ingat semakin tinggi prosesor semakin bagus kinerjanya. Tapi tidak berarti bahwa semakin tinggi prosesor lalu berarti baik bagi kita. Perlu disesuaikan juga dengan jenis pekerjaan kita. Artinya jika kebutuhan kita hanya untuk menulis biasa saja, prosesor tinggi tidak kita perlukan.
 
Satu hal lagi, cek juga berapa core (inti prosesor) dalam prosesor yang dibenamkan dalam CPU atau Komputer bekas yang akan anda beli. Hal ini lebih penting daripada kecepatan dari prosesor tersebut. Hal ini karena prosesor pada kecepatan 2,8 Ghz single core bisa kalah cepat dengan prosesor yang berjalan pada kecepatan 1,6 Ghz dual core.  
 
-         Hard disk
 
Ukuran adalah hal yang penting. Tapi ingat, ini bukan ukuran secara fisik, namun ukuran besaran data yang ditampung di dalamnya. Semakin besar tentu akan semakin baik. Selain itu periksa pula sistem konektivitasnya dengan motherboard, apakah menggunakan kabel paralel ATA (ATA biasa) atau Serial ATA (SATA).  Disarankan pilih yang menggunakan kabel SATA. Karena transfer datanya lebih cepat dari pada ATA biasa. Dan jangan lupa cek berapa kecepatan putaran hard disknya, apakah 5200 rpm, 7200 rpm, atau bahkan lebih. (untuk CPU atau Komputer biasanya kecepatan antara 5200-7200 rpm).
 
-          Motherboard
 
Untuk motherboard yang perlu anda perhatikan adalah slot untuk upgrade perangkat keras nantinya bila anda sewaktu-waktu ingin menambah seperti  VGA card, network card, atau perangkat lainnya. Dan perhatikan pula ada berapa port USB yang dimiliki.
 
-          RAM (Random Access Memory)
  
Dijaman modern saat ini RAM 1 GB adalah suatu kewajiban minimal dalam sebuah komputer. Jadi, semakin tinggi memory atau RAM sebuah CPU atau Komputer, tentu saja akan semakin bagus kinerja CPU atau Komputer tersebut.

 

-          CD/DVD Drive

Sebaiknya anda pilih CPU atau Komputer yang memiliki CD/DVD R atau RW. Ini dibutuhkan untuk instalasi  software atau untuk burning data ke CD. Perhatikan kecepatan transfer data dari optical drive tersebut.
 
-          Merk perangkat keras
 
Merk sangat berperan penting karena barang elektronik pada umumnya sangat ditentukan oleh merk-nya. Pastikan anda juga tahu mengenai informasi dari perangkat keras dan info pabrik dari pembuat perangkat keras yang terinstal di CPU atau Komputer bekas yang akan anda beli.
 
-          Test atau percobaan
 
Hal yang wajib anda lakukan saat akan membeli CPU atau Komputer bekas, tes kinerja CPU atau Komputer secara langsung dari start  up sampai shut down, apakah berjalan secara normal?
 
-          Harga yang ditawarkan
 
Untuk harga Anda pasti sudah sesuaikan dengan budget. Tapi, dengan mengetahui semua tips di atas, Anda dapat menilai apakah harga yang ditawarkan sesuai dengan kualitas dan kuantitas CPU atau Komputer bekas yang akan Anda beli? Sekiranya selisih antara harga komputer lama berbeda jauh dengan komputer baru, ambil komputer bekas / second. Namun jika selisihnya tipis, pilihan atas komputer baru adalah sangat rasional.
 

Satu hal lagi, setelah Anda beli CPU atau Komputer bekas sebaiknya Anda format ulang seluruh hard disk dan install sistem operasi yang baru. Hal ini perlu dilakukan untuk keamanan, untuk menghindari bila masih ada virus yang tersisa dari pemilik lama.


Demikian Sdr. Opik. Bagaimana, apakah sudah cukup jelas? Jangan tambah pusing lagi ya.

Salam TIK,

Mastok