Navigate Up
Sign In

Situs Arkeologi di Papua

Papua memiliki kekayaan sejarah perkembangan aktivitas manusia mulai dari masa pra sejarah, Perang Dunia II dan Perang Pasifik. Hal ini terkait dengan ditemukan berbagai fosil dan artefak, sebagai sebuah situs arkeologi yang potensial Situs purbakala tertua yang ditemukan di Papua berusia pra sejarah, yaitu 40.000 - 30.000 tahun sebelum masehi. Situs tersebut berlokasi di Kabupaten Biak , berupa gua-gua yang pada dindingnya dijumpai lukisan-lukisan gua dan fosil-fosil cangkang kerang.

Selain di Biak, penemuan dari jaman megalitikum terdapat di Situs Tutari, Kabupaten Jayapura. Di tempat ini ditemukan bongkahan batu berlukis berbentuk binatang-binatang melata.

Arkeologi dari jaman kolonial juga banyak ditemukan di beberapa daerah di Papua karena wilayah ini pernah diduduki bangsa Belanda sejak tahun 1900-an hingga Perang Pasifik tahun 1940-an.

Situs jaman kolonial ini misalnya Situs Ifar Gunung, Situs Asei Pulau dan Situs Hirekombe di Kabupaten Jayapura.

Situs lainnya adalah adalah yang berkaitan dengan sejarah masuknya agama Islam ke Papua, dengan ditemukannya Situs Makam Islam di Lapintal, Kabupaten Raja Ampat, Situs Islam di Pulau Nusmawan, Kabupaten Teluk Bintuni.

Dengan potensi arkeologi yang demikian besar, Balai Arkeologi Jayapura membagi wilayah kerjanya menjadi enam, yaitu daerah Kepala Burung, Teluk Cenderawasih, Teluk Bintuni, Pantai Selatan dan sekitarnya, Pantai Utara dan sekitarnya serta Pegunungan Tengah.

Sejak sepuluh tahun terakhir ini, kegiatan penelitian dan pengembangan Balai Arkeologi Jayapura telah menemukan 89 situs yang sangat berharga, baik dari segi pendidikan dan budaya maupun wisata sejarah.