Navigate Up
Sign In

Beberapa Seni Ukir Perisai Suku Asmat

Suku Asmat adalah salah satu suku di Papua yang terkenal di dunia karena apa yang pernah dipraktekkan di masa lalu sebagai suku yang suka memenggal kepala musuh dan juga karena keunikan ide mereka dan keindahan desain yang mereka miliki dalam ukiran kayu.

Meski memiliki kesamaan di bidang seni ukir, tetapi mereka juga memiliki perbedaan pola dan model ukiran. Demikian pun dalam hal adat istiadat, ada pula perbedaannya. Dalam pesta adat misalnya, antara mereka yang berada di dekat pantai akan berbeda dengan mereka yang berada di pedalaman hutan. Kayu yang digunakan untuk membuat karya ukir juga memiliki perbedaan. Mereka yang berada di dekat pantai akan menggunakan kayu dari hutan mangrove.
asmatshield12.jpg
AsmatShield.jpg

AsmatShield3.jpg

asmatshield9.JPG

asmatshield11.jpg

asmatshield14.JPEG

asmatshield4.jpg

asmatshield7.jpg

AsmatShield2.jpg

Ukiran dari Asmat itu tidak hanya terkenal di dalam negeri, tetapi juga sudah masyhur di mancanegara.

Namun sayang, hingga kini belum ada satu pun motif ukiran Asmat yang dipatenkan. Kepala Museum Asmat, Erick Sarkol, sudah mengumpulkan semua motif ukiran Asmat dan mendaftarkan patennya, tetapi belum berhasil.
 

Hal itu disampaikannya, saat pagelaran Pesta Budaya Asmat 2008 di Agats, ibu kota Kabutapen Asmat. Ia berharap agar pemerintah dan para seniman lain ikut membantu para seniman daerah Asmat dalam mematenkan ukirannya tersebut. Dengan begitu, Indonesia tak akan lagi kehilangan karya seninya karena ditiru oleh negara lain.

 
Saat ini memang belum ada seniman dari negara lain yang mengaku memiliki hak cipta ukiran Asmat. Menurut Erick, ukiran Asmat itu tidak mudah ditiru, karena sangat khas dan berbeda dengan ukiran daerah lain.

 

Untuk diketahui, bahan baku yang dipakai untuk membuat ukiran Asmat berasal dari batang sagu atau pohon perahu. Alur pahatannya pun memiliki keunikan tersendiri.

Makna dan fungsi dari ukiran orang Asmat antara lain :

- Melambangkan kehadiran roh-roh nenek moyang
- Untuk menyatakan rasa sedih dan bahagia
- Sebagai suatu lambang kepercayaan yaitu dengan motif manusia,hewan, tumbuhan &   
  benda- 
  benda lain.
- Sebagai lambang keindahan
- Sebagai gambaran ingatan kepada nenek moyang