Navigate Up
Sign In

Pesta Budaya Masyarakat Papua : Festival Danau Sentani


Sentani.jpg

Festival Danau Sentani 2011 (FDS) yang telah menjadi kalender tahunan parawisata di Papua, dimulai tanggal 19 Juni 2011. Pesta Budaya Masyarakat Papua yang diselenggarakan setiap tahun sekali itu dilaksanakan selama lima hari yaitu pada tanggal 19-23 Juni 2011, di Kawasan Wisata Khalkote, Distrik Sentani Timur.
FDS yang bertema “Love, Peace, and Harmony” (Cinta Kasih, Damai dan Rukun), merupakan festival yang ke empat kalinya diadakan oleh masyarakat kabupaten Jayapura, yang mempunyai dampak positif bagi kelangsungan hidup masyarakat adat suku sentani pada khususnya dan masyarakat adat dari suku-suku lainnya yang ada Papua.

D Sentani Festival.jpg

Bupati Jayapura, Provinsi Papua, Habel Melkias Suwae,S.Sos.MM, mengatakan bahwa pesta budaya FDS adalah sebagai wadah perekat persatuan dan kesatuan suku bangsa. Festival ini adalah salah satu sarana atau media untuk membangun kebersamaan sesama suku bangsa yang ada di Papua ini pada umumnya dan Kabupaten Jayapura pada khususnya. Karena pada FDS tersebut juga diberikan ruang bagi seluruh paguyuban yang ada di provinsi tertimur di Indonesia ini untuk menampilkan budaya tradisional mereka. Dengan keterlibatan semua paguyuban dalam pelaksanaan FDS seluruh warga seantero negeri ini yang ada di Papua saling mempelajari, saling mengetahui, serta saling memahami perbedaan.
 
Sementara itu menurut Ketua Panitia Festival Danau Sentani (FDS) IV Tahun 2011 Kabupaten Jayapura , Ir. Anna Sawai, festival ini dibuka oleh Staf Ahli Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI yang membidangi multirateral, Drs Hari Untoro Drajat, MA, SAM. FDS tersebut bertujuan mendukung program pemerintah di bidang kepariwisataan, melestarikan nilai-nilai budaya lokal untuk memperkaya khazanah budaya nasional.
Pelaksanaan FDS sebagai pesta akbar budaya tahunan masyarakat Kabupaten Jayapura yang dimulai sejak tahun 2008 ini, yang diikuti oleh semua masyarakat se-nusantara juga telah banyak menarik minat wisatawan mancanegara.

Dalam FDS ada atraksi budaya gema seribu tifa dan atraksi budaya lainnya seperti pagelaran budaya nusantara, lomba suling tambur, pameran, lomba perahu hias, lomba dayung, lomba renang, anyam rambut, kuliner khas Papua, serta melukis kulit kayu. Disamping itu ada pameran kerajian seni dari berbagai suku yang ada di Papua.
Pada hari Sabtu 18 Juni 2011 digelar Karnaval Nusantara atau Pawai Budaya dari Sentani sampai di Kota Jayapura, telah melibatkan masyarakat dari 19 distrik, 23 paguyuban dan SKPD di lingkungan Pemkab Jayapura. Pawai Budaya tersebut dilepas oleh Wakil Bupati Zadrak Wamebu, SH, MM dari Gunung Merah dan disambut oleh Bupati Habel M Suwae, S Sos, MM saat finish di lapangan PTC Entrop.
 
Diharapkan FDS bisa terlaksana dengan baik tanpa adanya kekurangan sehingga bisa bermakna dan bermanfaat bagi orang banyak. Disamping itu FDS perlu adanya desain rencana pengembangan jangka pendek dan jangka panjang. Dan tentunya pelaksanaan FDS ini harus dipertahankan dan sangat perlu dikembangkan sebagai suatu kalender kegiatan rutin Kabupaten Jayapura. Untuk ke depannya perlu dibenahi kembali dengan pondasi dasar yang sudah diletakkan selama 4 tahun pelaksanaan FDS, kemudian membangun event ini agar selalu dapat bermanfaat bagi masyarakat Papua sehingga dapat membangun ketahanan budaya bangsa Indonesia.-