Navigate Up
Sign In

Angka Partisipasi Sekolah Provinsi Papua

Sumber: BPS Provinsi Papua
Angka partisipasi sekolah dapat menggambarkan berapa banyak penduduk usia pendidikan yang sedang bersekolah, sehingga terkait dengan pengentasan program wajib belajar. Indikator inilah yang digunakan sebagai petunjuk berhasil tidaknya program tersebut. Sebagai standar program wajib belajar dikatakan berhasil jika nilai APS SD (umur 7-12) > 95 persen dan APS SMP (umur 13-15 tahun) > 70 persen.
 
Berdasarkan data Susenas Tahun 2008, APS penduduk 7–12 tahun mencapai 83.09 persen, ini berarti masih terdapat 16,91 persen penduduk 7-12 tahun yang belum sekolah atau tidak sekolah lagi. Dari 83.09 persen penduduk umur 7-12 tahun yang bersekolah ada yang masih sekolah di SD, ada pula yang sudah duduk di bangku SMP. Sedangkan APS penduduk umur 13-15 tahun sebesar 77.60 persen artinya 22.40 persennya masih belum sekolah atau tidak sekolah lagi dan 77.60 penduduk berumur 13-15 tahun masih aktif bersekolah pada tingkat SD, SLTP atau sudah di bangku SLTA.

Dari uraian di atas terlihat bahwa capaian APS untuk usia 7-12 tahun (83.09 persen) belum memenuhi target wajib belajar yang mencapai 95 persen, sedangkan target APS usia 13-15 tahun sudah terlampaui. Sehingga dikatakan penerapan program wajib belajar 9 tahun di Provinsi Papua belum sepenuhnya berhasil, terutama pada jenjang pendidikan SD atau sederajat. Upaya pemerintah untuk memacu APS usia 7-12 tahun dalam mencapai program wajib belajar pada tahun ini belum menunjukkan hasil yang menggembirakan. Hal ini terlihat dari penurunan capaian APS usia 7-12 tahun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 83.34 persen. Gambar 3.3 juga menunjukkan bahwa dari tiga jenjang kelompok usia, yaitu 7-12, 13-15, 16-18 yang mengalami kenaikan capaian APS pada tahun ini adalah kelompok usia 16-18 tahun.
 
Jika dilihat dari sudut gender masih terdapat perbedaan partisipasi sekolah laki-laki dengan perempuan. Penduduk laki-laki mempunyai kesempatan lebih besar untuk bersekolah dibanding penduduk perempuan. Hasil Susenas mengindikasikan bahwa APS laki-laki lebih tinggi dari APS perempuan di semua jenjang pendidikan.